Showing posts with label archlinux. Show all posts
Showing posts with label archlinux. Show all posts

Saturday, June 23, 2012

Network Manager Gnome 3 Archlinux

Setelah beberapa hari menggunakan Gnome 3 di Archlinux, terasa dech kalau Gnome 3 ini masih banyak kekurangannya, maklum masih baru :D

Salah satu yang tidak saya temui adalah tampilan untuk mengatur network

Browsing2, akhirnya saya temukan bahwa haruslah saya terlebih dahulu menginstall networkmanager
pacman -S networkmanager
Barulah kemudian saya temui option untuk mengatur network di System Settings

Wednesday, June 06, 2012

Tutorial Instalasi Archlinux (part 3)

UPDATE
tutorial ini sudah OUT OF DATE, tidak cocok digunakan dengan image installer archlinux yang baru, silakan buka http://www.archlinux.org/ untuk referensi tutorial instalasi yang terbaru
part1 >> http://www.ardhi.web.id/2012/06/tutorial-instalasi-archlinux.html
part2 >> http://www.ardhi.web.id/2012/06/tutorial-instalasi-archlinux-part-2.html

woke lanjut, proses masih panjang

2.5 Select Packages
Kita akan disuruh untuk memilih bootloader . Terdapat pilihan grub atau syslinux, kalau saya pilih pake grub saja. Oya, versi grub bawaan dari installer adalah grub legacy (grub 1), kalau udah keinstall nanti kita bisa ganti pake grub 2.

Tuesday, June 05, 2012

Tutorial Instalasi Archlinux (part 2)

UPDATE
tutorial ini sudah OUT OF DATE, tidak cocok digunakan dengan image installer archlinux yang baru, silakan buka http://www.archlinux.org/ untuk referensi tutorial instalasi yang terbaru
part 1 >> http://www.ardhi.web.id/2012/06/tutorial-instalasi-archlinux.html
part 3 >> http://www.ardhi.web.id/2012/06/tutorial-instalasi-archlinux-part-3.html

Kali ini kita lanjutkan

2.4 Prepare hard drive(s)
Bagian 2 ini khusus membahas mengenai penyiapan partisi hard disk. Installer Archlinux menggunakan aplikasi hard disk formatter berbasis command line. Saya sendiri tidak pernah pake karena ga mau repot. Kalau teman-teman pengen nyaman, siapin dulu partisi kosong untuk swap dan /, tapi kalau suka banget sama CLI ya sah2 saja dan justru harus dipake tool formatter hard disk yang ada di installer Archlinux ini.

Tutorial Instalasi Archlinux

UPDATE
tutorial ini sudah OUT OF DATE, tidak cocok digunakan dengan image installer archlinux yang baru, silakan buka http://www.archlinux.org/ untuk referensi tutorial instalasi yang terbaru

Postingan ini saya tulis guna memenuhi rikues dari agan Why Madara (embuh sopone Madara Uciha) yang meminta saya memposting pengalaman saya menginstall Archlinux.
Saya sekarang pake Archlinux, enak untuk diopreknya, walaupun masih kalah user friendly dibanding distro yang dulu saya gunakan (ubuntu).
Sebelumnya, bila teman-teman sekalian pengen lebih kenal sama Archlinux saya sarankan baca ini dan itu.
Panduan instalasi yang resmi bisa dibaca di sini

Woke, langsung saja. Apa aja yang dibutuhkan?
1. File iso Archlinux, bisa donlod dari repo kambing (saya pake yg 64 bit, isonya yg versi 2011.08.19)
2. Laptop/kompi yang mau dipasangi archlinux
3. USB flashdisk/CD blank untuk membuat bootable live installer
Panduan membuat bootable flashdisk untuk Archlinux bisa dibaca di postingan saya sebelumnya

Mari kita mulai :)
PASTIKAN:
1. Kamu sudah bikin installer Archlinux dari file iso-nya
2. Sudah ada partisi kosong di lepi/kompi, saya pake 4GB untuk swap dan 35GB untuk partisi /

Langkah 1 --> memanggil program instalasi
Pertama kali kita berhasil booting ke installer Archlinux, kita akan disuguhi tampilan yang begitu menggoda khususnya bagi linuxer sejati. Apalagi kalau bukan command line interface (CLI).
Ketik perintah
/arch/setup
untuk memanggil program installer Archlinux

Langkah 2 --> menjalankan instalasi
2.1 Select Source
(kenapa ada 2.1? biar kayak format skripsi)
Setelah program installer Archlinux dipanggil, kita akan dihadapkan pada tampilan sebagai berikut ini:

di situ bakal ada 9 langkah yang harus dilalui untuk menginstall Archlinux. Dimulai dari yang pertama Select Source. Tekan ENTER aja ntar bakal tampil kayak gini:

Ardhi pilih yang core-local, kalau udah selanjutnya kita bakal menuju ke 2.2

2.2 Set Editor
Karena Archlinux adalah distro yang minimalis, mau ga mau kita harus akrab dengan editor teks berbasis CLI. Selama proses instalasi ntar kita butuh mengedit beberapa file, karena belum ada GUI jadinya kita hanya punya 2 pilihan, pake nano atau vi. Ardhi pilih nano aja karena lebih mudah :D.

2.3 Set Clock
Lanjutgan, kita akan mensetting waktu, biasa aja pake GMT +7 (Jakarta). Ngomong2 katanya sih ntar zona waktu GMT +7 ini udah ga dipake lagi di Indonesia, mo disamakan pake GMT +8 (emang penting yah). Kembali ke topik, lebih jelasnya liat aja skrinsutan berikut ini:

Pilih Asia
 
Trus Jakarta 
Set localtime atau bisa juga ke UTC (waktu GMT). Saya pake localtime saja.
Lihat waktu yang muncul, kalau udah sama dengan waktu di jam kamu. Pilih return saja

Woke, demikian langkah 2.1 sampe 2.3. Dikarenakan tulisannya akan panjang sekali maka bagian selanjutnya akan saya tulis ke postingan baru. Simak terus yah...

UPDATE
part 2 >> http://www.ardhi.web.id/2012/06/tutorial-instalasi-archlinux-part-2.html
part 3 >> http://www.ardhi.web.id/2012/06/tutorial-instalasi-archlinux-part-3.html

Membuat Bootable USB Flashdisk untuk Instalasi Archlinux


Memenuhi rikues dari master Why Madara, saya postingan tutorial instalasi distro Archlinux.
Dimulai dengan membuat bootable installernya, saya pake USB flashdisk.
Oke ini artikel dari blog lama saya yang pernah saya hosting dulu, copas aja untuk saya tuliskan kembali di sini. Semoga bermanfaat :)

Monday, April 02, 2012

Membangun Server Subversion untuk Pengembangan Perangkat Lunak dalam Tim - part 2


Setelah sebelumnya saya menulis part1, kali ini akan saya lanjutkan kembali bahasan mengenai Subversion.
Kali ini saya akan memberikan tutorial dasar mengenai penggunaan Subversion dalam kegiatan coding dengan menggunakan IDE Netbeans.
Sebenarnya untuk menggunakan Subversion tidak harus memakai Netbeans, IDE lain seperti Eclipse yang telah dipasangi plugin SVN dapat menjadi alternatif, selain itu dapat juga memanfaatkan command line interface. Saya pilih Netbeans sebagai contoh saja.

Friday, March 30, 2012

Membangun Server Subversion untuk Pengembangan Perangkat Lunak dalam Tim - part 1

Ini adalah salah satu oleh-oleh saya selama 2 bulan mengadu nasib sebagai IT propesional :D
Oke, hare gene kalau coding sendirian apalagi untuk proyek yang besar dan rumit tentu sangat berat jika dihandle sendirian, kecuali kamu adalah programmer kemaruk yang ingin keuntungan 100% untuk diri kamu sendiri :p.

Untuk itulah gunanya sebuah tim software developer yang bekerja bersama secara serasi, selaras, dan seimbang :p guna mempertahankan hidup sebuah vendor atau yang lebih dikenal sebagai sopwer hos :p.
Melalui sebuah tim, kita bisa coding bersama dengan membagi pekerjaan coding ke dalam beberapa modul-modul berbeda yang bisa dikerjakan setiap anggota tim. Untuk itu perlu adanya sharing kode sumber a.k.a source code.

Instalasi Grub2 Archlinux



Grub adalah bootloader yang umum dipakai di distro linux.
Default Grub yang terinstall di Archlinux adalah Grub Legacy, namun user dapat menginstall Grub2 yang tersedia di official repository.
Berikut adalah langkah yang saya praktekkan untuk menginstall Grub2 di Archlinux saya
(untuk panduan lengkap bisa dilihat di https://wiki.archlinux.org/index.php/GRUB2)

Thursday, March 29, 2012

Distro Linux Rolling Release

“Afiikaaa...”
Apaaa??”
“Ada yang baru lho... distro linux rolling release”
Apa? Distro linux Rolling Stone?”

XD
Bukan rolling stone tapi rolling release. Teman-teman mungkin sedikit yang tahu mengenai distro yang saya maksudkan, mengingat distro tersebut bukanlah pilihan utama pengguna linux mainstream. Pengguna linux mainstream umumnya lebih akrab dengan distro-distro sejuta umat, contohnya seperti Ubuntu, Fedora, ataupun Debian.

Rolling Release itu apa?
Rolling Release bukanlah barang baru, terdapat salah satu distro yang menerapkannya yang sudah berumur 10 tahun. Untuk menjelaskan konsep rolling release pada distro linux, saya akan mengambil contoh sebuah fenomena yang rutin terjadi setiap 6 bulan pada distro linux sejuta umat yaitu Ubuntu. Apakah yang terjadi setiap 6 bulan sekali itu? Ya betul, setiap 6 bulan sekali Ubuntu merilis versi baru yang biasanya mengambil codename dari nama hewan, rilis Ubuntu pada saat artikel ini ditulis adalah 11.10 (Oneiric Ocelot) yang kemudian akan disusul oleh rilis 12.04 (Precise Pangolin) yang akan menjadi Ubuntu LTS (Long Term Support).
Dengan adanya rilis berkala setiap 6 bulan sekali tersebut, tentunya akan menimbulkan beberapa konsekuensi. Pengguna distro harus melakukan upgrade untuk memperbarui distronya. Upgrade bisa dilakukan melalui aplikasi software manager dan koneksi internet, namun banyak yang umumnya mendownload file iso baru dan melakukan install ulang. Hal ini pada satu sisi akan menjadi merepotkan karena pengguna harus secara berkala melakukan ritual penyambutan rilis distro baru tersebut melalui upgrade atau bahkan install ulang jika tidak ingin distronya ketinggalan jaman.

Saturday, June 04, 2011

CLI Transparan di Archlinux dengan Tilda

Di Linux, CLI (Command Line Interface) menjadi alternatif environment selain GUI yang wajib untuk diketahui.

Di Gnome ada gnome-terminal, di KDE ada Konsole, ada pula xfce-terminal untuk environment XFCE, banyak pilihan program untuk menjalankan CLI di Linux

Buat pengguna Gnome, mungkin sudah pada bosen liat tampilan gnome-terminal yang kayak gini



Sebenarnya kalau tahu cara customizenya, gnome-terminal bisa dipercantik lho. Namun pada postingan ini saya ga mbahas tentang gnome-terminal ini
Saya mau share tentang tilda , program alternatif untuk menjalankan CLI di Archlinux


Kayak gitu deh tampilannya di desktop Archlinux saya, yang ada tulisan2nya itu :D
Dengan tilda, kita bisa membuat tampilan desktop lebih berwarna dengan adanya teks2 dari CLI :p

Install dulu tilda-nya dengan perintah

sudo pacman -S tilda

(catatan : saya sudah setting sudo di Archlinux, sehingga bisa eksekusi sudo kayak di Ubuntu :D )
Woke, setelah instalasi ntar buka deh program tildanya dengan mengklik tombol Alt+F2 lalu ketik tilda
Habis itu muncul deh programnya di desktop, pertama kali sih akan muncul jendela untuk mensetting tilda


Agar mendapat penampakan yang sesuai dengan screenshot saya seperti di atas tadi
buka tab General dan ikuti settingan saya seperti yang nampak pada gambar di atas


Buka tab Appereance dan ikuti settingan saya seperti yang nampak pada gambar di atas
Kemudian pilih wallpaper yang sesuai untuk desktop kamu
Atau kamu bisa juga coba settingan lain sesuai selera kamu :D

Wednesday, June 01, 2011

Network Manager Applet Gnome 3 Archlinux

Setelah sebelumnya mencoba menginstall newtwork manager untuk gnome 3 archlinux saya dan belum berfungsi, alhamdulillah sekarang sudah menampakkan hasil

Supaya muncul icon network manager haruslah diinstall dahulu paket networkmanager-applet


pacman -S networkmanager-applet


Setelah itu restart lepienya, dijamin berfungsi deh
ntar di panel atas muncul icon network manager dan aplikasinya bisa buat nyetting network :D

Monday, May 30, 2011

Cmus Audio Player Enteng di Archlinux

Artikel ini diupdate di link berikut https://www.ardhi.web.id/2024/10/cmus-audio-player-berbasis-cli.html

Ardhi lagi seneng2nya dolanan Archlinux :D

Siang ini nyari2 audio player buat memainkan file2 mp3 untuk mengisi siang yang panas ini :D

Default-nya emang Archlinux ini kosongan, tanpa GUI, tanpa Xorg-server, apalagi audio player jelas belum ada.
Setelah sukses menginstall Gnome3 di Archlinux, Ardhi install aplikasi2 pendukungnya.
Nah, kebetulan Ardhi nemuin link daftar aplikasi ringan untuk Archlinux di sini
Salah satu yang Ardhi coba adalah cmus untuk memainkan file mp3
Langsung saja, install dengan perintah

pacman -S cmus

ardhi.web.id. Powered by Blogger.